Baja di Bawah Standar’ Digunakan Pada Menara Bangkok Yang Runtuh

Baja di Bawah Standar' Digunakan Pada Menara Bangkok Yang Runtuh

Beberapa waktu lalu, dunia dikejutkan oleh runtuhnya sebuah menara di Bangkok, Thailand. Investigasi awal mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama tragedi ini adalah penggunaan baja yang tidak memenuhi standar dalam konstruksinya. Baja adalah material vital dalam pembangunan struktur tinggi, dan ketidakpatuhan terhadap standar kualitas dapat menyebabkan dampak yang fatal.

Apa Itu Baja yang Tidak Memenuhi Standar?

Beberapa cirinya meliputi:

  • Kekuatan mekanik rendah – Baja tidak mampu menahan beban struktural yang direncanakan.
  • Kandungan karbon tidak seimbang – Hal ini memengaruhi daya tahan dan fleksibilitas baja.
  • Korosi cepat – Baja berkualitas rendah lebih mudah terpengaruh oleh cuaca dan lingkungan.

Dampak Penggunaan Baja yang Tidak Berkualitas

  1. Risiko Runtuh yang Tinggi
  2. Biaya Perbaikan Mahal
  3. Ancaman Keselamatan Publik

Beberapa faktor yang mendorong penggunaan baja tidak berkualitas dalam proyek konstruksi antara lain:

  • Tekanan anggaran – Kontraktor sering memilih material murah untuk memotong biaya.
  • Korupsi dan pengawasan yang lemah – Kurangnya pengujian material oleh pihak berwenang menyebabkan kualitas material terabaikan.
  • Pemasok nakal – Beberapa pemasok sengaja mencampur baja berkualitas rendah demi keuntungan pribadi.

Langkah Pencegahan

  1. Pengujian Material yang Ketat
  2. Sertifikasi dan Audit Rutin
  3. Penegakan Hukum yang Kuat

Pemerintah perlu menerapkan sanksi yang tegas terhadap kontraktor atau pemasok yang sengaja menggunakan material yang tidak memenuhi syarat.

  1. Edukasi Stakeholder

Pelaku industri konstruksi perlu memahami bahwa penggunaan baja yang tidak memenuhi standar dapat menimbulkan risiko jangka panjang.